Jumat, 18 November 2016

Bill Gates, Raja Software yang Tak Lulus Kuliah

Bill Gates, Raja Software yang Tak Lulus Kuliah



William Henry Gates III yang lebih dikenal sebagai Bill Gates lahir di Seattle, Washington pada 28 Oktober 1955. Dia adalah pendiri perusahaan perangkat lunak terbesar di dunia, Microsoft. Melalui perusahaan itu, Bill menempati posisi pertama dalam daftar orang terkaya di dunia versi majalah Forbes selama 13 tahun (1995 hingga 2007), namun sejak 5 Maret 2008 berada di posisi ketiga setelah pebisnis AS, Warren Buffett dan pebisnis Meksiko, Carlos Slim Helu. Namun tahun ini, Gates kembali menjadi orang terkaya di dunia dengan kekayaan sekitar US$ 40 miliar.

Bill Gates merupakan anak dari William Henry Gates, Sr., seorang pengacara, dan Mary Maxwell, pegawai First Interstate Bank, Pacific Northwest Bell, dan anggota Tingkat Nasional United Way. Gates belajar di Lakeside School, sekolah elit yang paling unggul di Seattle, dan meneruskan berkuliah di Universitas Harvard, namun di-drop out.

Maklum, walau dia merupakan anak yang cerdas, tapi dia terlalu bersemangat sehingga sering mendapatkan kesulitan di sekolah. Ketika Bill Gates berumur 13 tahun, orangtuanya memutuskan untuk membuat perubahan dan mengirimnya ke Lakeside School, sebuah sekolah dasar yang bergengsi khusus bagi anak laki-laki.

Di sekolah itulah pada 1968 Gates untuk kali pertama diperkenalkan dengan dunia komputer, yang kala itu masih berbentuk mesin teletype yang dihubungkan dengan telepon ke sebuah komputer pembagian waktu. Komputer tersebut pada intinya sebuah mesin ketik yang selanjutnya siswa bisa memasukkan perintah yang dikirimkan kepada komputer; jawaban kembali diketikkan ke gulungan kertas pada teletype.

Proses ini merepotkan, tetapi mengubah kehidupan Gates. Dia dengan cepat menguasai BASIC, bahasa pemrograman komputer, dan bersama dengan para hacker yang belajar sendiri di Lakeside, dia melewatkan waktu berjam-jam menulis program, melakukan permainan, dan secara umum mempelajari banyak hal tentang komputer.

Sekitar tahun 1975 ketika Gates bersama Paul Allen sewaktu masih sekolah bersama-sama menyiapkan program software pertama untuk mikro komputer. Seperti cerita di Popular Electronics mengenai "era komputer di rumah-rumah" dan mereka berdua yakin software adalah masa depan. Inilah awal Microsoft.

Semasa ia belajar di Harvard, ia dan Paul Allen membuat perangkat lunak Altair BASIC untuk Altair 8800 dalam dasawarsa 1970. Altair merupakan komputer pribadi pertama yang sukses. Diberi inspirasi oleh BASIC, sebuah bahasa komputer yang mudah dipelajari dan ditulis di kolese Dartmouth untuk mengajar, versi Gates dan Allen kemudian menjadi Microsoft BASIC, bahasa komputer terjemahan yang utama untuk sistem operasi komputer MS-DOS, yang menjadi kunci pada kesuksesan Microsoft. Microsoft Basic pada nantinya dijadikan Microsoft QuickBasic. Versi Microsoft QuickBasic yang dijual tanpa kompiler QuickBasic dikenal sebagai QBasic. QuickBasic juga dijadikan Visual Basic, yang masih populer hingga masa sekarang.

Di awal dasawarsa 1970, Gates menulis surat terbuka kepada Open Letter to Hobbyists yang mengejutkan komunitas yang mempunyai hobi pada komputer dengan menyatakan bahwa ada pasaran komersial untuk perangkat lunak dan bahwa software tidak layak digandakan tanpa izin penerbitnya. Pada masa itu, komunitas tersebut dipengaruhi kuat oleh dasar radio hamnya dan etika hacker, yang berpendapat bahwa innovasi dan pengetahuan patut dibagi oleh komunitas pengguna komputer. Gates kemudian mendirikan Microsoft Corporation, salah satu perusahaan paling sukses di dunia, dan memimpin arah kepada pembukaan industri software komputer.

Gates juga mendapat reputasi yang tidak baik untuk caranya berdagang. Contohnya ialah MS-DOS. Pada akhir dasawarsa 1970, IBM berencana untuk memasuki pasaran komputer personal dengan komputer personal IBM, yang diterbitkan pada 1981. IBM memerlukan sistem operasi untuk komputernya yang direncanakan dapat mencakup dan mengelola arkitektur 16-bit oleh keluarga chip x86 Intel. Setelah berunding dengan sebuah perusahaan lain, IBM bertanya kepada Microsoft. Tanpa memberitahu tentang ikatan mereka dengan IBM, eksekutif-eksekutif Microsoft membeli sebuah system operasi x86 dari perusahaan Seattle Computer seharga US$ 50.000.

Rencana Microsoft amat sukses tetapi digugat oleh Seattle Computer karena Microsoft tidak memberitahukan mengenai ikatannya dengan IBM untuk membeli sistem operasi itu dengan murah. Oleh sebab ini, Microsoft membayar uang kepada Seattle Computer, tetapi tidak mengakui kesalahannya. Reputasi Gates kemudian diperburuk adanya dakwaan monopoli dari Departemen Keadilan AS dan perusahaan-perusahaan individu yang menentang Microsoft dalam akhir dasawarsa 1990.

Dalam dasawarsa 1980 Gates gembira atas kemungkinan penggunaan CD-ROM sebagai media penyimpanan dokumen, dan mensponsori penerbitan buku CD-ROM: The New Papyrus.

Tidak dapat disangkal bahwa Bill Gates pernah melakukan beberapa kesalahan dalam bisnis software-nya. Hal ini terbukti dengan beberapa dakwaan yang diarahkan kepadanya berkaitan dengan cara-cara bisnis yang melanggar undang-undang bisnis AS. Sebut saja, monopoli Internet Explorer pada sistem operasi Windows.

Pada tahun 2000, Bill Gates mengundurkan diri dari jabatannya sebagai CEO dan memandatkannya kepada kawan lamanya, Steve Ballmer. Gates kemudian memilih untuk kembali ke profesi lamanya yang ia cintai yaitu sebagai pencipta software. Kini Bill Gates menjadi Kepala Penelitian dan Pengembangan Perangkat Lunak di perusahaannya sendiri, Microsoft Corp. (sumber)


Selasa, 15 November 2016

Lakshmi Mittal, Raja Baja dari India

Lakshmi Mittal, Raja Baja dari India



Lakshmi Narayan Mittal sempat menjadi buah bibir di Indonesia saat akan membeli PT Krakatau Steel beberapa waktu lalu. Raja baja asal India ini juga dikenal dengan nama Lakshmi Niwas Mittal. Dari kerajaan bisnisnya, ia menjadi seorang miliarder. Saat ini dia tinggal di London, Inggris.

Sebenarnya, Mittal bukan sosok yang asing di Indonesia. Kecewa dengan birokrasi yang sulit dalam membangun usaha di India, ia tiba di Indonesia pada 1976 dan mendirikan perusahaan baja bernama P.T. Ispat Indo di Waru, Jawa Timur. Ia kemudian menjadi sukses dengan jalan membeli pabrik-pabrik baja yang merugi dan mengubahnya menjadi pabrik-pabrik yang berhasil.

Pada 2002, Mittal terlibat skandal politik disebut Garbagegate dengan Perdana Menteri Inggris Tony Blair. Saat itu Mittal memberikan sumbangan kepada Partai Buruh sebesar £ 2 juta atau sekitar Rp 35 miliar. Akibat sumbangannya itu, mengakibatkan Blair membuat keputusan yang menguntungkan bagi Mittal dalam sebuah transaksi bisnis.

Mittal merupakan orang nomor satu di Mittal Steel Company N.V., produsen baja terbesar di dunia. Melalui bisnis itu, Mittal menjadi jajaran orang terkaya di dunia. Pada 2005, majalah Forbes menobatkannya sebagai orang terkaya ketiga di dunia. Kala itu, ia diperkirakan mempunyai kekayaan sejumlah US$ 25 miliar. Dia merupakan orang terkaya di Britania Raya menurut Sunday Times Rich List 2005. Dia memegang aset baja di Afrika Selatan, Polandia, Indonesia, dan Kazakhstan.

Tahun ini, Forbes menempatkannya di urutan delapan daftar orang terkaya di dunia. Majalah tersebur memperkikaran kekayaan yang dimiliki Mittal sebanyak US$ 19,8 miliar. (sumber)


Baca Artikel Pebisnis Internasional Lainnya di Ayopreneur